Sabtu, 04 Desember 2010

Cerpen Aku dan Ibu

AKU dan IBU..
Sore  itu sepulang dari kampus Aku  langsung bergegas untuk pulang menuju kampung halaman di mana tempat orang tua Ku tinggal. karna hari jumat dan sabtu  tidak ada  mata kuliah lagi, maka dari itu Aku pulang kampung sekalian untuk  meminta uang belanja buat keperluan di kampus nanti. “ Asalamualikum bu..bu..Ibu dimana, aku dah pulang bu…aku pun tidak melihat seorangpun dirumah termasuk Ibu..lama aku menungu dan kelelahan di perjalanan tadi. Aku pun terlelap di kursi ruang tamu dekat kamar ibu ku,  aku tertidur dan bermimpi merasakan seperti bayi kembali yang akan dilahirkan ke bumi. Sebelum Aku dilahirkan Aku sempat berkata kepada tuhan..” tuhan..para malaikat disini mengatakan bahwa hari ini engkau akan mengirimku ke bumi.
 Tetapi bagaimana cara saya hidup disana saya begitu kecil dan lemah. Tuhan menjawab “ Aku telah memiliki satu malaikat untukmu ia akan menjaga dan mengasihimu. “Tapi mengapa engkau menurunkan saya ke bumi padahal di bumi saya akan kesepian dan saya tidak mempunyai teman disana, alngakah baiknya saya bersamamu tuhan”. Demikian perkataan Ku sebagai seorang bayi. Tuhanpun menjawab “ malaikat mu akan menemanimu dan kau tidak akan kesepian seumur hidupmu .
Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia. Aku pun sebagai seorang bayi  bertyanya kembali “ dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada mu tuhan?” sekali lagi tuhan menjawab “ malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa” Aku pun sebagai seorang  bayi  masih belum puas dan bertanya kembali “ saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat siapa yang akan melindungi Aku tuhan?” dengan penuh kesabaran tuhanpun menjawab “ malaikat akan melidungimu dengan taruhan nyawanya sekalipun”  Aku pun sebagai seorang  bayi tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannku. “ Tapi Aku akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi tuhan” dan tuhanpun menjawab “ malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku walaupun sesungguhnya Aku selalu berada disisimu.” Saat itu Aku sangat merasakan sekali bahwa mimpiku sangatlah nyata seolah-olah Aku seperti seorang bayi yang bisa bicara kepada tuhan..dan akupun sebagai seorang bayi bertanya kembali kepada tuhan.. “ tuhan jika saya harus pergi sekarang ke bumi bisakah engkau memberi tahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?” tuhanpun menjawab “kamu dapat memangil malaikatmu……….IBU
Kenanglah ibu yang menyayangimu untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi… ingatlah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut. Ingatkah engkau ketika ibu mengandungmu selama sembilanbulan dan selalu membawamu kmana-mana menjagamu dan merawatmu hinga kau akan dewasa kelak nanti demi melihatmu tidur nyenyak ibu tidak rela satu nyamuk pun hinggap dipipimu. Ingatkah engakua ketika jemari ibu.. mengusap lembut kepalamu ? dan ingatkah engakau ketika air mata menetes dari mata ibu mu ketika ia melihatmu terbaring sakit? Sesekali jenguklah ibu mu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan.
Kembalilah memohon maaf pada ibumu, yang selalu rindu akan senyumanmu, jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang. Ketika ibu telah tiada tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia. Yang ada hanylah kamar yang kosong tiada penghuninya yang ada hanyalah kenangan-kenangan manis bersamanya, tak ada lagi dan tak akan pernah terulang kembali saat-saat bersamanya, dan saat kita berada di pangkuannya itu, semua akan menjadi kenangan yang tak akanterlupakan, tidak ada lagi yang akan  meneteskan air mata mendoakanmu disetiap hembusan nafasnya, kembalilah segera, peluklah ibu….yang selalu menyayangimu….ciumlah kaki ibu….yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhirhayatnya….kenanglah semua cinta dan kasih sayang nya.
Suara hentakan kaki pun terdengar Aku terbangun dari mimpiku dan Aku langsung melihat Ibu berada dihadapanku, tanpa bicara satu katapun Aku langsung memeluk Ibu dengan erat-erat dan tidak mau melepaskan nya lagi di dalam pelukanku. Aku takut mimpiku kehilangan ibu menjadi kenyataan, Aku langsung meminta maaf kepada ibu karna pernah membuat hati ibu terluka, setiap kedatanganku ke kampung Aku tidak pernah menanyakan kabar ibu..Aku tidak pernah menanyakan hati Ibu yang selalu rindu padaku, Aku langsung meminta uang kepada ibu, ketika Ibu tidak memberi Ku uang Aku marah pada Ibu Aku menyinggung perasaan Ibu padahal dalam perasaan ibu. Ibu ingin memberi kan Ku uang, terkadang Aku selalu memaksakan keadaan padahal Ibu ku hanya seorang Petani biasa. Ibu maafkan lah anakmu ini yang pernah membuat hatimu terluka Aku akan berjanji kepadamu untuk membuatmu bahagia Aku akan rajin belajar bu..dan cepat menyelesaikan kuliah ku dan mendapat gelar sarjana pendidikan bahasa Inggris dan Aku akan selalu mendoakanmu di setiap sujudku pada sang maha pencipta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar